zat adiktif dan psikotropika
BAHAN AJAR
|
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas
Semester
Tahun Ajaran
Topik
|
:
:
:
:
:
:
|
SMP Muhammadiyah Waipare
IPA
VIII
Ganjil
2017/2018
Zat Adiktif dan Psikotropika
|
Zat Adiktif dan
Psikotropika
A.
Narkotika,
Psikotropika, dan Ciri-Ciri Pecandunya.
Berdasarkan
efek terhadap perilaku yang ditimbulkan narkotika dan psikotropika dapat
digolongkan menjadi tiga golongan yaitu :
1.
Depresan
Obat
terlarang depresan dapat mengakibatkan depresi (menekan) aktivitas susunan
saraf pusat bagi pemakianya. Pemakai pada awalnya merasa tenang, kemudian
apatis, mengantuk, dan tidak sadar diri. Semua gerak refleks menurun, mata
menjadi sayu, daya penilaian menurun, dan gangguan terhadap sistem
kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Psikotropika yang temasuk dalam
kelompok depresan ini antara lain heroin, morfin, barbiturat, diazepam, dan
nitrazepam.
2.
Stimulan
Golongan
obat terlarang stimulan dapat merangsang fungsi tubuh. Pada awalnya pemakai
merasa segar, penuh percaya diri, kemudian berlanjut menjadi susah tidur, perilaku
hiperaktif, agresif, denyut jantung jadi cepat, dan mudah tersinggung.
Psikotropika yang termasuk dalam kelompok ini contohnya kokain, amfetamin,
ekstasi, sabu-sabu, dan kafein.
3.
Halusinogen
Golongan
obat terlarang halusinogen mengakibatkan adanya penyimpangan persepsi termasuk
halusinasi, yaitu persepsi semu mengenai suatu benda yang sebenarnya tidak ada,
seperti mendengarsuara atau melihat sesuatu tanpa ada rangsangan. Psikotropika
halusinogen dimanfaatkan untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang
mengalami gangguan kejiwaan. Cara kerja obat halusinogen adalah merealisasikan
otot-otot yang tegang sehingga penderita merasa nyaman. Psikotropika yang
termasuk dalam kelompok ini antara lain LSD dan mariyuana atau ganja.
v Penggolongan Narkotika,
Psikotropika, serta Ciri-Ciri Pecandunya.
1)
Narkotika
Narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanamanbaik sintetis
maupun semisintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, memberikan semangat, halusinasi, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Ø Penggolongan Narkotika
a.
Narkotika
Golongan I
Narkotika
golongan I yaitu narkotika yang digunakan untuk tujuan pengembangan IPTEK,
tidak berguna untuk pengobatan, dan daya adiktif sangat tinggi. Jenis-jenis
narkotika golongan I adalah :
b.
Narkotika
Golongan II
Narkotika
golongan II yaitu narkotika yang berguna untuk kedokteran, digunakan sebagai
pilihan terakhir, digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan IPTEK, serta
mempunyai potensi sedang mengakibatkan ketergantungan. Jenis-jenis narkotika
golongan II adalah:
c.
Narkotika
Golongan III
Narkotika
golongan III yaitu, narkotika yang berkhsiat untuk pengobatan, banyak dugunakan
dalam terapi atau tujua IPTEK, serta mempunyai potensi ringan dalam
mengakibatkan ketergantungan. Jenis-jenis narkotika golongan III adalah :
2)
Psikotropika
Psikotropika
didefenisikan sebagai zat atau obat bukan narkotika, melainkan berkhasiat
psikoaktif berupa perubahan aktivitas mental atau tingkah laku melalui
pengaruhnya pada susunan saraf pusat serta dapat mengakibatkan efek
ketergantungan.
Ø Penggolongan
Psikotropika
a)
Psikotropika
Golongan I
Psikotropika
golongan I merupakan psikotropika yang hanya digunakan untuk tujuan IPTEK dan
tidak berguna untuk kedokteran serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan
sindrom ketergantungan. Jenis-jenis psikotropika golongan I adalah :
b)
Psikotropika
Golongan II
Psikitropika
golongan II merupakan psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat
digunakan dalam terapi atau untuk tujuan IPTEK serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindrom ketergantungan. Psikotropika yang termasuk golongan II
antara lain amfetamin, metamfetamin atau sabu-sabu, metakualon, dan metal
fenidat.
c)
Psikotropika
Golongan III
Psikotropika
golongan III merupakan psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan, banyak
digunakan dalam terapi atau tujuan IPTEK, serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindrom ketergantungan. Psikotropika yang termasuk golongan III
antara lain amobarbital, flunitrazepam, dan Katina.
d)
Psikotropika
Golongan IV
Psikotropika
golongan IV merupakan psikotropika yang bermanfaat untuk pengobatan, sangat
luas digunakan dalam terapi atau tujuan untuk IPTEK, serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Psikotropika yang termasuk
golongan IV antara lain barbiturate, bromazepam, diazepam, estazolam,
fenobarbital, klobazam, lorazepam, dan nitrazepam.
3)
Ciri-Ciri
Pecandu Narkotika dan Psikotropika
a.
Ciri-Ciri
Fisik Pecandu Narkotika dan Psikotropika
Ø Berat
badan menurun drastis,
Ø Sakit
perut tanpa alasan yang jelas,
Ø Keluar
keringa dan air mata berlebih,
Ø Sering
batuk dan pilek berkepanjangan,
Ø Proses
buang air kecil dan besar kurang lancer,
Ø Mata
terlihat merah dan cekung, muka pucat dan bibir kehitam-hitaman,
Ø Badannya
penuh dengan bintik-bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk, terdapat bekas
luka sayatan, terdapat goresan, dan perubahan warna kulit ditempat bekas
suntikkan.
b.
Ciri-Ciri
Emosi/Psikis Pecandu Narkotika dan Psikotropika
Ø Nafsu
makan tidak menentu,
Ø Sangat
sensitif dan cepat bosan,
Ø Selalu
membangkang saat dinasihati,
Ø Berkata
kasar dan ringan tangan terhadap orang-orang disekitarnya karena emosi yang
kurang stabil.
c.
Ciri-Ciri
Perilaku Pecandu Narkotika dan Psikotropika
Ø Tidak
peduli dan jauh dari keluarga,
Ø Bersikap
manipulativ, bohong, dan ingkar janji,
Ø Berbicara
cadel, sering menguap, dan berjalan sempoyongan,
Ø Suka
mencuri uang, baik dirumah, sekolah, maupun tempat kerja,
Ø Malas
dan sering melupakan tanggung jawab serta tugas-tugas ritunnya,
Ø Sering
bertemu orang yang tidak dikenal dan pergi tanpa pamit hingga larut malam,
Ø Takut
terkena air karena badan akan terasa sakit jika terkena air sehingga malas
mandi,
Ø Sering
menyendiri ditempat-tempat sepi seperti gudang, kamar mandi, kloset.
B.
Dampak
Negatif Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika serta Pencegahannya.
1.
Dampak
Negatif Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika
a)
Golongan
Depresan
*
Merusak hati,
paru-paru, ginjal, jantung, dan koordinasi tubuh,
*
Mengakibatkan
ketergantungan secara fisik dan mental,
*
Menimbulkan kesakitan,
kejang-kejang, dan depresi,
*
Memberi efek lemah pada
sistem saraf,
*
Kematian apabila
overdosis.
b)
Golongan
Stimulan
*
Merusak sel-sel saraf,
*
Menurunkan berat badan,
*
Denyut nadi tidak
beraturan,
*
Mengakibatkan paranoia
dan kematian
c)
Golongan
Halusinogen
*
Merusak ginjal,
*
Merusak sel-sel saraf,
*
Memengaruhi daya ingat
dan konsentrasi,
*
Mengakibatkan
kebingungan dan kegilaan.
2.
Pencegahan
dan Penyembuhan Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika.
a.
Tindakan
Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara :
Ø Pembinaan
kehidupan beragama, baik di sekolah, keluarga, dan lingkungan,
Ø Komunikasi
yang harmonis antara remaja dengan orang tua, guru, dan lingkungan,
Ø Selalu
berperilaku positif dengan melakukan aktifitas fisik dalam penyaluran energi
remaja yang tinggi, seperti berolahraga,
Ø Perlunya
pengembangan diri dengan berbagai program atau hobi, baik disekolah, di rumah,
dan di lingkungan sekitar,
Ø Mengetahui
secara pasti gaya hidup sehat sehingga mampu menangkal pengaruh atau bujukan
untuk memakai obat terlarang,
Ø Saling
menghargai sesame remaja dan anggota keluarga,
Ø Penyelesaian
berbagai masalah di kalangan remaja atau pelajat secara positif dan
konstruktif.
b.
Cara
Penyembuhan Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika
C.
Zat
Adiktif Lainnya
1.
Alkohol
a.
Penggolongan
Minuman Beralkohol
b.
Efek
yang Ditimbulkan
Efek
yang ditimbulkan setelah mengonsumsi minuman yang beralkohol dapat dirasakan
segera dalam waktu beberapa menit saja. Namun efeknya bisa berbeda-beda,
tergantung dari jumlah atau kadar alcohol yang dikonsumsi.
v Kerusakan
pada hati dan jantung,
v Koordinasi
motorik terganggu,
v Kemunduran
daya ingat/kesadaran,
v Gangguan
jiwa,
v Pada
wanita hamil dapat mengakibatkan gangguan janin atau bayi lahir cepat.
2.
Rokok
Tiga
kompenen toksik utama dalam asap rokok yaitu :
v Karbon Monoksida
Kira-kira
3-5% asap rokok terdiri atas karbon monoksida, yaitu suatu gas beracun yang
tidak berwarna dan tidak berbau. Dalam darah, karbon monoksida berikatan dengan
hemoglobin dan menggantikan oksigen, sehingga darah kekurangan oksigen.
Akibatnya, tubuh menjadi lemas karena kekurangan oksigen, bahkan dapat
mengakibatkan kematian.
v Nikotin
Nikotin
adalah suatu alkaloidyang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dn merupakan
racun bagi saraf. Kadar nikotin yang tinggi dapat menghambat informasi rangsang
saraf sehingga mengakibatkan menurunya aktifitas refleks tubuh. Nikotin dapat
menimbulkan kertegantungan fisik maupun psikis.
Merokok
adalah cara yang paling umum dan tercepat bagi nikotin untuk terserap dalam
darah. Paru-paru kita mengandung banyak
alveolus, yaitu tempat terjadinya pertukaran antara udara kotor dan bersih yang
kita hisap. Setelah berada dala system peredaran darah, nikotin dengan cepat akan
sampai ke otak. Dalam astu kali merokok, kira-kira 0,031 mg nikotin akan
tertinggal dalam tubuh manusia. Dalam jangka panjang perokok sangat rentan
terhadap serangan jantung dan stroke, hal ini disebabkan karena kerusakan
pembuluh arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya mengedarkan oksigen ke
seluruh tubuh.
v Tar
Tar
merupakan komoponen pada asap rokok. Tar berasal dari daun tembakau maupun dari
zat yang ditambahkan pada tembakau saat pemrosesan di pabrik. Tar adalah zat
yang mempunyai sifat karsinogen (penyebab kanker) dan mengakibatkan iritasi
pada paru-paru sehingga timbil batuk.
·
Dampak
negatif dari rokok
o
Memacu kerja jantung,
o
Menaikkan tekanan darah,
o
Merusak jaringan otak
dan hati,
o
Mengakibatkan impoten
dan kemandulan,
o
Menghambat sirkulasi
okigen dalam darah dan insomnia,
o
Mengakibatkan kanker
dan gangguan pernapasan seperti bronkitis.
v Kafein
Kafein
merupakan zat adiktif yang terdapat di dalam kopi, daun teh, dan cokelat.
Konsumsi kafein dapat menumbulkan efek berupa timbulnya semangat dan kesiagaan.
Akan tetapi, kafein juga berdampak
menumbulkan kecemasan dan mempercepat detak jantung.
v Zat Inhalansia
Zat
inhalansia adalah zat yang berwujud cair maupun padat yang mudah menguap. Jika
dihirup zat ini, dapat menimbulkan perasaan enak, nyaman dan ketagihan. Zat ini
juga dapat menimbulkan efek euphoria dan menyenangkan. Contohnya adalah vernis,
lem yang berbau menyengat dan merangsang, pelarut (tiner), cat tembok, semir
sepatu, dan lem perekat serba guna.
|
Mengetahui,
Guru Pembimbing
Magang III
MARIA NONA
LINDE,S.Pd
NIP:
19661021 200604 2 007
|
Maumere, ………………..2017
Mahasiswa Magang III
MARIANA
HARYATI
NIM : 2014.01.02.008
|
Mengesahkan,
Kepala SMP Muhammadiyah Waipare
MUHAMMAD
LAUTAMA,S.Pd.M.Pd
NIP
: 19630708 199103 1 004
Komentar
Posting Komentar