bahan kimia dalam makanan
BAHAN AJAR
|
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas
Semester
Tahun Ajaran
Topik
|
:
:
:
:
:
:
|
SMP Muhammadiyah Waipare
IPA
VIII
Ganjil
2017/2018
Bahan Kimia dalam Makanan
|
Bahan Kimia Tambahan
dalam Makanan
v Bahan Aditif Makanan
Bahan
aditif makanan merupakan suatu bahan yang sengaja ditambahkan kedalam produj
olahan guna menambah cita rasa, tampilan, warna, atau daya simpan produk
tersebut. Bahan aditif sering disebut bahan tambahan dan dibedakan menjadi dua,
yaitu bahan aditif alami dan bahan aditif buatan. Bahan aditif alami berasal
dari sumber daya alam hayati yang umumnya mempunyai nilai gizi. Sementara itu,
bahan aditif buatan adalah bahan aditif yang sengaja dibuat dengan tujuan yang
sama dengan bahan aditif alami, tetapi tidak mempunyai nilai gizi.
1.
Bahan
Pewarna
Bahan
pewarna sering ditambahkan dalam makanan untuk mengembalikan warna asli yang
mungkin hilang saat proses pengolahan makanan serta mempertahankan warna
produk. Dengan demikian, makanan mempunyai warna yang menawan dan menarik. Daun
suji yang mengandung zat warna hijau memberi warna hijau pada makanan. Kunyit
mengandung kurkumin yang membuat tahu dan nasi menjadi berwarna kuning. Cabai
merah mengandung zat warna kapxantin yang menghasilkan warna merah pada rending
daging.
Bahan
Pewarna Alami pada Makanan
|
NO
|
Bahan
Alami
|
Warna
|
|
1
|
Bunga
telang
|
Biru
|
|
2
|
Kayu
secang
|
Merah
|
|
3
|
Keluwak
|
Hitam
|
|
4
|
Angkak
|
Merah
|
|
5
|
Ubi
ungu
|
Ungu
|
|
6
|
Ubi
bit
|
Ungu
|
|
7
|
Daun
jati
|
Merah
kecokelatan
|
|
8
|
Tinta
cumi
|
Hitam
|
|
9
|
Lobster/Kulit
udang
|
Oranye
|
Meskipun demikian, banyak produsen makanan yang
lebih senang menggunakan pewarna buatan daripada pewarna alami. Hal ini karena
pewarna buatan bersifat stabil selama proses pengolahan dan memberikan warna
yang merata pada produk olahan makanan.
2.
Bahan
Pemanis
Bahan
alami yang digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman antara lain gula
pasir, gula merah, dan madu. Selain memberi rasa manis, pemanis alami
mengandung kalori yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemanis alami memberikan
energy untuk aktivitas tubuh. Penderita kencing manis dan orang yang mengalami
kelebihan berat badan tidak dianjurkan mengonsumsi pemanis alami ini dalam
jumlah banyak. Kalori dalam pemanis alami mampu meningkatkan kadar gula dalam
darah. Bagi penderita diabetes tersedia pemanis buatan yang aman untuk
dikonsumsi, yaitu sorbitol. Sorbitol mempunyai tingkat kemanisan hamper sama
dengan gula.
3.
Bahan
Pengawet
Tujuan
penggunaan bahan pengawet untuk meningkatkan daya simpan, cita rasa, warna,
menstabilkan, memperbaiki tekstur, sebagai zat pengental atau penstabil, anti
lengket, mencegah perubahan warna, serta memperkaya vitamin dan mineral suatu
produk. Garam banyak digunakan sebagai bahan pengawet alami untuk daging, ikan,
maupun telur. Adapun gula digunakan untuk mengawetkan buah-buahan dengan cara
dibuat manisan. Cuka juga sering digunakan untuk mengawetkan buah-buahan karena
mampu menghambat pertumbuham mikroba. Karagenan digunakan untuk mengenyalkan
bakso.
Selain
bahan pengawet alami, pengawetan bahan makanan juga menggunakan bahan pengawet
buatan. Contoh penggunaan garam nitrat dan nitrit untuk mengawetkan daging,
sosis, dan burger. Sementara itu, untuk mengawetkan roti dan keju umumnya
menggunakan asam propionate. Saat ini ditemukan banyak penyalahgunaan pemakaian
bahan pengawet makanan, contoh formalin dan boraks. Formalin merupakan bahan
untuk mengawetkan mayat, sedangkan boraks merupakan pengawet kayu. Formalin dan
boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan tahu, bakso, dan mi basah.
4.
Bahan
Penyedap Rasa dan Aroma
Bahan
penyedap rasa yang paling sederhana berupa garam dapur. Selain sebagai
penyedap, garam dapur juga dapat menghambat pertumbuhan mikrobia pembusuk
sehingga makanan menjadi lebih awet. Penyedap rasa dapat berasal dari bahan
nabati seperti jahe, lengkuas, dan serai. Penyedap makanan juga dapat diperoleh
dari MSG.
Beberapa
bahan aditif yang lain sebagai berikut :
Ø Antioksidan
Antioksidan
merupakan zat yang dapat mencegah terjadinya reaksi oksidasi pada suatu bahan
makanan. Reaksi oksidasi merupakan reaksi antara zat dalam bahan makanan dengan
oksigen.
Beberapa bahan yang
digunakan sebagai antioksidan sebagai berikut :
1)
Vitamin
C, Vitamin E, Asam Sitrat, dan Polifenol
Vitamin C
terdapat banyak dalm buah-buahan. Vitamin C terdapat banyak dalm biji-bijian.
Asam sitrat terdapat dalam buah jeruk. Polifenol terdapat dalam teh.
2)
Propol
Galat
Propel galat
merupakan zat antioksidan yang efektif digunakan dalam bentuk kombinasi dengan
asam sitrat.
Ø Pengemulsi
Pengemulsi
adalah zat yang digunakan untuk memudahkan pembuatan emulsi dan selanjutnya menstabilkan
emulsi itu. Sebagian besar pengemulsi berupa bahan aktif permukaan yang dapat
menurunkan tegangan permukaan cairan penyebar. Pengemulsi juga dapat mencegah
pemisahan lemak, contohnya lesitin dan polifosfat. Kuning telur
digunakansebagai mengemulsi, yaitu dalam pembuatan mayones.
Ø Bahan Antikempal
Bahan antikempal
juga ditambahkan dalam bahan makanan agar bahan tersebut tidak mengempal. Bahan
antikempal umumnya ditambahkan kedalam bahan makanan berbentuk serbuk, misal
garam meja, merica bubuk, dan cabai bubuk.
Ø Bahan Antibusa
Bahan antibusa
merupakan bahan yang dapat menghambat pembentukan busa apabila dimasukkan dalam
cairan. Contoh bahan antibus adalah siloksana dalam jus nanas.
Ø Bahan Pengembang
Bahan pengembang
digunakan untuk mengembangkan adonan kue. Bahan pengembang memproduksi gas
karbon dioksida yang dapat membuat rongga-rongga pada adonan saat dipanaskan.
Akibatnya, adonan dapat mengembang.
Ø Bahan Pengeras
Bahan pengeras
digunakan agar makanan menjadi keras dan tidak lembek. Contoh kalsium karbonat
untuk selai dan jeli, serta aluminium sulfat untuk acar dalam kemasan botol.
|
Mengetahui,
Guru Pembimbing
Magang III
MARIA NONA
LINDE,S.Pd
NIP:
19661021 200604 2 007
|
Maumere, ………………..2017
Mahasiswa Magang III
MARIANA
HARYATI
NIM : 2014.01.02.008
|
Mengesahkan,
Kepala SMP Muhammadiyah Waipare
MUHAMMAD
LAUTAMA,S.Pd.M.Pd
NIP
: 19630708 199103 1 004
Komentar
Posting Komentar